Reader Comments

Fobia

by Asd fg (2020-07-01)

In response to QuitoPlan ®

Fobia adalah ketakutan irasional sesuatu. Sebagai contoh, pada hewan, buah-buahan, sayuran, situasi, hingga objek tertentu. Ketakutan ini tidak hanya membuat pengidapnya menghindari benda-benda tertentu, tetapi juga bisa membuatnya mengalami gejala fisik ketika dihadapkan dengan objek ditakuti. Gejala fisik yang mungkin ditampilkan pada orang yang memiliki fobia berkeringat, sesak napas, pucat, cemas, hingga kehilangan kesadaran (pingsan).

Ini adalah Penyebab Fobia

Fobia bisa dialami oleh siapa saja, tetapi kondisi umum fobia bisa dialami oleh seseorang sejak aku masih kecil, remaja, sampai mereka mencapai usia 30 tahun. Ada berbagai penyebab seseorang mengalami fobia. Kebanyakan orang mungkin dapat mengatasi rasa takut mereka alami.

Namun, pada orang lain, ketakutan akan menyebabkan gejala fisik dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Itulah mengapa Anda perlu waspada jika Anda memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap objek tertentu. Berikut ini diduga menjadi penyebab fobia fobia berdasarkan yang terjadi, yaitu:

1. Spesifik atau Simple Phobia

Dilaporkan oleh National Health Service Inggris, jenis fobia spesifik atau fobia sederhana telah menjadi salah satu jenis fobia di mana seseorang dengan fobia tentang sesuatu yang sangat spesifik, seperti fobia suatu objek, binatang, situasi, atau kegiatan sesuatu. fobia ini sering dialami oleh anak-anak sampai remaja.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia spesifik, seperti kondisi traumatis yang pernah dialami di masa kecil, keluarga faktor lingkungan di mana ada sebuah keluarga yang fobia tentang hal yang sama, dan juga adanya faktor lingkungan.

2. Kompleks Phobia

Dilansir dari Medical News Today, fobia kompleks umumnya berkembang di masa dewasa. Umumnya, fobia ini muncul ketika seseorang dihadapkan dengan situasi tertentu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami jenis fobia yang kompleks, seperti kombinasi dari pengalaman hidup, perkembangan otak, serta masalah genetik.

Tidak hanya itu, kesehatan mental seseorang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia. Kondisi stres atau depresi sebenarnya membuat individu sangat rentan terhadap kondisi Fobia. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengatur tingkat stres dan depresi. Mengatasi kondisi stres dengan baik sehingga kesehatan mental selalu terjaga.